Asiaaudiovisualexc09rinahutajulu's Blog

June 23, 2009

Lada: Hangat dan Melancarkan

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 4:47 am

lada

Tidak ada seorang pun asing lagi dengan lada yang bisa memberi sensasi pedas pada masakan. Tanaman ini memang memiliki sifat khas, yaitu pedas dan menghangatkan. Namun justru panas yang disebabkan lada mampu melancarkan peredaran darah. Tidak hanya itu, buah lada juga bisa mengatasi disentri, kolera, kaki bengkak, nyeri haid, rematik (nyeri otot), selesma dan sakit kepala (obat luar). Sedangkan daunnya untuk meluruhkan batu ginjal. Lada bahkan bagus untuk perempuan hamil yang mengalami kaki bengkak. Dengan memipih buah lada hitam (10 butir), rimpang lempuyang emprit segar (1 Jari) dan daun sirih segar (2 helai) kemudian dicampur dalam arak (sedikit saja). Setelahnya dibalurkan pada kaki yang bengkak pada waktu malam sebelum tidur  sampai sembuh. 

Catatan: Lada dalam obat tradisional dibedakan atas lada hitam (tidak dikupas) dan lada putih (buah sudah masak dikupas).

http://www.iptek.net.id

Advertisements

Putri Malu: Tanpa Malu Mengatasi Insomnia

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 2:36 am

DSC01123

Masih ingat dengan keisengan menyentuh Putri Malu yang biasa tumbuh liar di pinggir jalan? Daun-daunnya yang kecil dan tersusun majemuk akan menguatup bila ada yang menyentuhnya. Tapi siapa sangka tanaman super sensitif ini ternyata bisa juga dijadikan obat. Daun dan akarnya yang segar bila dikeringkan mampu mengobati insomnia, radang saluran nafas (bronchitis), panas tinggi pada anak-anak, herpes (radang kulit karena virus), cacingan (ascariasis)  sampai rheumatik.

Untuk pengobatan luar, seperti luka, radang kulit bemanah (piodermi) dan herpes, Putri Malu yang segar dilumatkan lalu ditempelkan di tempat yang sakit. Khusus pengobatan dalam, Putri malu harus dipadukan dengan ramuan lainnya sebelum diminum. Berikut resepnya:

 1. Insomnia – rebus Putri Malu (15 – 60 gram), daun mimosa pudica (30 – 60 gr). Atau, dicampur dengan Mimosa pudica (15 gr), sawi langit (15 gr), dan calincing (30 gr). 

2. Chronic bronchitis – rebus Putri Malu (15 – 60 gram), akar minosa pudica 60 gr dan air (600 cc). Untuk merebus nyalakan api kecil hingga rebusan berkurang ke takaran 200 cc. Diminum 2 x sehari (@100 cc) selama 10 hari.

3. Batuk dengan dahak banyak cukup merebus akar putri malu  segar (10 – 15 gr).

4. Ascariasis: rebus Putri Malu (15 – 60 gram) dan mimosa pudica (15 – 30 gr).

5. Rheumatik: rendam Putri Malu (15 – 60 gram) dan akar Mimosa pudica (15 gr) dalam arak putih (500 cc) selama 2 minggu.

Putri Malu sangat tidak disarankan untuk wanita hamil.

http://www.iptek.net.id

Tomat: Pengandung Likopen Penangkal Kanker

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 2:02 am

tomatTomat berasal dari Amerika tropis. Buah tomat rasanya manis, asam dan sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat menghilangkan haus, antiseptik usus, pencahar ringan (laksatif), menambah nafsu makan dengan cara memperbanyak keluarnya air liur, merangsang keluarnya enzim lambung, dan melancarkan aliran empedu ke usus. Sementara daunnya berkhasiat sebagai penyejuk.

Menurut penelitian di Amerika, laki-laki yang mengonsumsi sedikitnya sepuluh porsi buah tomat yang dimasak dalam seminggu akan menurunkan risiko terkena kanker prostat sampai 45%. Hal ini dimungkinkan karena adanya likopen, karoten pada tomat yang dipercaya dapat mencegah timbulnya tumor dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Dan percobaan yang dilakukan binatang (tikus dan kucing) membuktikan bahwa jus tomat maupun sirup tomat dapat menurunkan kadar serum kolesterol yang tinggi dan menurunkan jumlah kolesterol di dalam hati serta dapat menurunkan tekanan darah tanpa mengganggu denyut jantung dan menstimulir otot polos. Selain itu tomatine memang berkhasiat antiradang, menurunkan permeabilitas pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan jamur pada tubuh manusia.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah buahnya. Digunakan segar, setelah direbus, atau diolah sebagai masakan. Daun digunakan untuk obat luar. Indikasi buah digunakan untuk mengatasi: gangguan pencernaan seperti perut kembung, tidak nafsu makan, susah buang air besar (sembelit), sakit kuning, radang hati, radang saluran napas (bronkhitis), sesak napas (asma bronkhial), radang usus buntu, radang gusi, gusi berdarah, sariawan, ulkus lambung, wasir, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol darah tinggi (hiperkolesterolemia), lemas akibat kadar glukosa darah rendah, demam, rasa haus, rematik, gout, dan memar akibat terbentur.

Tomat (matang) bisa langsung dimakan tanpa dimasak lebih dulu. Atau, bisa juga direbus dengan air secukupnya. Lumatkan sampai halus, lalu saring. Jika tidak menderita kencing manis (diabetes melitus), boleh ditambahkan gula pasir secukupnya lalu minum setelah dingin. Untuk pemakaian luar, giling buah masak atau daun segar sampai halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti kulit terbakar sinar matahari, jerawat, radang kulit, kurap, luka, dan borok kronis. Jus tomat juga bisa digunakan sebagai masker untuk mengencangkan dan melembutkan kulit wajah.

Contoh mengolah tomat sesuai dengan keluhannya adalah sebagai berikut:

1. Kulit terbakar sinar matahari – cuci daun muda yang masih segar, lalu giling sampai halus. Balurkan pada kulit yang terbakar.

2. Wasir – rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira sepuluh menit, lalu saring dengan sepotong kain. Setelah dingin, oleskan pada wasirnya.

3. Tekanan darah tinggi dan mata merah – makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.

4. Memar akibat terbentur – tim jus tomat yang ditambah dengan air jahe, lalu minum setelah dingin.

5. Radang usus buntu dan sakit kuning – minum jus tomat, sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir. Tetap berkonsultasi dengan dokter.

6. Jerawat – tambahkan 25 ml alkohol 70% pada jus tomat (100 ml), lalu kocok merata. Gunakan campuran untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 2–3 kali sehari.

7. Demam – cuci tomat masak (tiga buah), lalu potong-potong seperlunya. Lumatkan dalam setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu murni. Peras dan saring, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari. Catatan: Penderita diabetes melitus dilarang menambahkan madu murni agar kadar glukosa darah tidak meningkat.

8. Radang gusi dan gusi berdarah – cuci buah tomat yang sudah masak, lalu makan mentah. Lakukan sehari dua kali, selama kurang lebih satu bulan.

9. Sariawan dan ulkus (nyeri) di rongga mulut – potong-potong buah tomat yang sudah masak (dua buah), lalu masak dengan ikan segar. Setelah dingin, makan. Lakukan setiap hari selama 1–2 minggu sampai tampak perbaikan.

10. Ulkus lambung – iris tomat masak dan jeruk yang diasamkan masing-masing satu buah. Tambahkan satu sendok makan madu, lalu aduk merata. Makan sedikit-demi sedikit, sehari 3–4 kali, selama tiga minggu. Cara membuat jeruk yang diasamkan: Tambahkan 250 g garam meja pada 500 g jeruk lemon segar. Masukkan ke dalam toples beling, lalu jemur setiap hari sampai buah jeruk mengisut dan kulitnya mengerut. Bahan ini siap digunakan.

11. Meningkatkan nafsu makan – minum jus tomat satu jam sebelum makan.

12. Lemas karena kadar glukosa darah rendah – minum jus tomat segar.

Rasa asam buah tomat berasal dari asam malik dan asam sitrat. Buah tomat menstimulir keluarnya enzim pencernaan, terutama yang berasal dari pankreas. Guna meningkatkan kerja saluran cerna, minum jus tomat setiap hari sebelum makan. Jus tomat berkhasiat tonik bagi penderita yang sedang sakit maupun pada fase penyembuhan. Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antipiretik) dan penawar racun (detoksikan). Tomat yang dimasak, seperti direbus, saus tomat, dan tomat yang berada dalam masakan, seperti sup, menyebabkan likopen pada tomat lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kanker prostat dan penyakit jantung. 

http://www.iptek.net.id

June 22, 2009

Srikaya yang Kaya Manfaat

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 6:19 am

buah srikayaBagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya. Daun digunakan untuk mengatasi: batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema. Biji digunakan untuk mengatasi: pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Buah muda digunakan untuk mengatasi : diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia). Akar digunakan untuk mengatasi: sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: diare, disentri, dan luka berdarah. Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan serangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses. Untuk borok, bisul keras Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2-3 kali. Mematangkan bisul Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa. Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris: Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita. Membasmi kutu anjing: Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing. Mematikan kutu kepala: Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang. Cacingan pada anak Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas. Gangguan pencernaan Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut. Diare Cuci kulit batang srikaya (6–10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masingmasing satu gelas. Kudis Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali. Catatan Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya. Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun. Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Pacar Cina

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 5:13 am

IMG_2051Orang Sunda menyebutnya Culan. Pacar cina sering ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari. Tumbuhan ini didatangkan dari Cina. Bunganya sering digunakan untuk mengharumkan teh atau pakaian. Perdu, tinggi 2 – 6 m, batang berkayu, bercabang banyak, tangkai berbintik-bintik kelenjar berwarna hitam. Daun majemuk menyirip ganjil yang tumbuh berseling, anak daun 3 – 5. Anak daun bertangkai pendek, bentuk bundar telur sungsang, panjang 3-6 cm, lebar 1 – 3,5 cm, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, permukaan licin mengilap terutama daun muda. Bunga dalam malai rapat, panjangnya.5 – 16 cm, warna kuning, dan harum. Buah buni, bulat lonjong, warnanya merah, panjang 6 – 7 mm, dengan ruang 1 – 3, biji 1 – 3. Perbanyakan melalui cangkok. 

Berkhasiat mengobati perut kembung, batuk, pusing, mempercepat persalinan, memar, bisul, darah haid banyak, bau badan, diare dan sukar menelan. Bagian dari pacar cina yang dimanfaatkan adalah bunga, daun, batang, dan ranting. Tiap bagian ini memiliki indikasinya sendiri, seperti bunga untuk perut kembung, sukar menelan, batuk, pusing, serta mempercepat persalinan dan daun untuk mengobati memar, bisul, darah haid banyak, bau badan dan diare.

Cara pemakaiannya,  daun, bunga atau ranting sebanyak 5-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, batang, ranting atau daun digiling halus lalu dibubuhkan ke tempat yang sakit.

Contoh pemakaian sesuai dengan kasus kesehatannya adalah sebagai berikut :

1. Darah haid banyak : Daun pacar cina segar sebanyak 1 genggam penuh dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

2. Bau badan : Daun pacar cina segar sebanyak 10 g dan daun sirih segar sebanyak 7 lembar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Kemudian minum sehari 2 kali, pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.

Catatan: Perempuan hamil dilarang minum.

http://www.iptek.net.id

Melati: Aroma yang Menyembuhkan

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 3:58 am

melatiMelati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

Harumnya melati seharum khasiatnya yang bisa mengatasi kelebihan ASI, sakit mata, demam, sakit kepala dan sesak napas. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan

Satu genggam daun melati dipipih halus lalu ditempel di seputar buah dada setiap pagi sebelum mandi.

2. Sakit mata (mata merah atau belek)

Satu genggam daun melati dipipih halus lalu ditempel pada dahi. Apabila sudah kering diganti baru dan diulangi sampai sembuh.

3. Bengkak akibat serangan daun lebah

Satu genggam bunga melati diremas sampai halus lalu ditempel pada bagian yang disengat lebah.

4. Demam dan sakit kepala

Satu genggam daun melati dan 10 bunga melati yang diremas lalu direndam dengan air dalam rantang. Air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi

5. Sesak napas

Dua puluh lembar daun melati dan garam secukupnya yang direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Lalu ditempel di seputar dada, setiap pagi sebelum mandi.

http://www.iptek.net.id

Nanas: Si Kuning yang Manjur

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 3:46 am

nanasNanas berasal dari Brasil. Jika matang, buahnya berwarna kuning. Sifat dan khasiat buah nanas yang matang sifatnya dingin, seperti mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu mencernakan makanan di lambung, antiradang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement), mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat penggumpalan trombosit (agregasi platelet), dan mempunyai aktifitas fibrinolitik. Sedangkan buah yang masih muda rasanya asam dan berkhasiat memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, peluruh haid (emenagog), abortivum, peluruh dahak (mukolitik), dan pencahar. Sementara daunnya berkhasiat antipiretik, antelmintik, pencahar, antiradang, dan menormalkan siklus haid.

Nanas biasa dijadikan obat alternatif untuk pengobatan rasa penuh di lambung, sembelit, radang tenggorok, menurunkan berat badan, beri-beri, keseleo, bengkak terpukul, darah mudah menggumpal (blood coagulation), aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), menghambat pertumbuhan tumor, meningkatkan penyerapan (absorbsi) obat, terlambat haid, dan cacingan.

Cara Pemakaian untuk obat yang diminum, jus 1/2-2 buah nanas ukuran sedang atau dapat juga diparut, lalu minum. Untuk pemakaian obat luar, parut buah nanas yang telah dikupas urapkan hasil parutannya pada bagian tubuh yang sakit (fungsinya seperti membersihkan jaringan mati (debridement) pada luka bakar, ketombe, bisul, koreng dan radang kulit ). Cara lain, haluskan daun nanas lalu balurkan pada luka bakar, bisul dan gatal-gatal.

Beberapa kasus kesehatan yang spesifik, berikut solusinya:

– Cacingan

Kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, bilas dengan air masak, lalu parut. Peras clan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit.

– Keseleo atau Memar akibat terpukul

Kupas 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus. – Radang tenggorokan Kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul, sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian.

– Peradangan di kulit (dermatitis)

Sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.

– Ketombe

Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

– Menurunkan berat badan

Kupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

– Sembelit

Kupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas.

– Beri-Beri

Kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan.

– Luka bakar, gatal dan bisul

Cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit. – Rasa penuh di lambung karena pencernaan terganggu Minum jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (150 cc). Lakukan 1/2 jam sebelum makan.

Catatan: Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda. Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout. Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

http://www.iptek.net.id

Cabai Rawit: Cara Lain untuk Awet Muda

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 3:28 am

122297867_5bd978d961Siapa yang doyan pedas tidak akan pernah bisa menghindar dari Cabai Rawit, termasuk saya. Sering dituduh sebagai penyebab usus buntu, cabai rawit ternyata punya khasiat lebih dari sekadar memberi sensasi pedas. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropik ini berkhasiat tonik, stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, antirematik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur dan peluruh kencing (diuretik). Termasuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, batuk berdahak, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis dan mengatasi migrain.

Bagian tumbuhan cabai rawit yang dapat digunakan sebagai tanaman obat adalah buah, akar, daun dan batang. Cara pemakaiannya tidak rumit karena tergantung seberapa banyak buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya dan uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus lalu urapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik atau jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite). Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit juga bisa mengobati sakit perut dan bisul.

Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana mengolah cabai rawit supaya khasiatnya semakin terasa, berikut tipsnya.

1. Kaki dan tangan lemas (seperti lumpuh)

Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit di atas lutut, 60 g kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm di atasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

2. Sakit Perut

Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.

3. Rematik

Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

4. Frosbite

Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudiam balurkan ke tempat yang sakit.

Cabai rawit yang memberikan rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat. Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati. Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

So sayang banget kan kalau masih takut sama cabai rawit!


Alang Alang: Tanaman Mengganggu yang Mujur

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 3:02 am

normal_1365Pernah melihat rumput liar atau biasa disebut ilalang? Memang membuat kulit gatal-gatal kalau kita berada dekat ilalang. Tapi kalau tahu apa saja yang bisa disembuhkan ilalang, sepertinya kita tidak akan lagi menganggapnya sebagai tanaman mengganggu atau membuangnya sebagai pakan ternak.

Tanaman yang berbentuk daun-daun berukuran panjang melebihi 25 cm ini bisa melembutkan kulit, meluruhkan air seni, membersihkan darah, menambah nafsu makan, menghentikan perdarahan. Pun bisa digunakan pengobatan penyakit kelamin, seperti kencing nanah, kencing darah dan raja singa, selain penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf.

Namun hanya satu bagian dari Alang-Alang yang bisa memberikan penawar sakti dari sejumlah masalah kesehatan di atas, yaitu akar (rimpang). Pengolahannya sangat mudah, cukup merebus rimpang sesuai dengan selera, lalu disaring dan minum air rebusan sebagai teh. 

Khusus meluruhkan air seni, membutuhkan sebanyak 49 buah rimpang kering yang dipotong-potong kemudian ditambah dengan 2 gelas air dan dididihkan hingga volume air tinggal 1 gelas, disaring, kemudian diminum 2 kali sehari. Sedangkan demam karena buang air kecil berdarah, perlu 1 sendok penuh rimpang alang-alang, rebus dengan beberapa potong tang kwe (daging buah beligu setengah matang yang dibuat manisan kering) dalam dua gelas sampai airnya tinggal separuh. Air ini diminum 2 gelas 1 hari. Air kencing akan normal dan suhu badan turun.

Asam Jawa: Ampuh Menghabisi Asma

Filed under: Herbal Medicine — Tags: — exc09rinahutajulu @ 2:43 am

tamarind2Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 – 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.

Asam Jawa bisa mengatasi asma, batuk, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, alergi atau biduren, sariawan, luka baru dan borok, eksim, bisul, bengkak disengat lipan/lebah, gigitan ular bisa, bahkakn rambut rontok.

How to make it works for you? Find the following belows.

1. Asma

Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya.Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

2. Batuk Kering.

Bahan: 3 polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga. Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

3. Demam

Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya. Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

4. Sakit Panas

Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya. Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum biasa. Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini.

5. Reumatik

Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu = jawa). Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

6. Sakit perut

a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata. Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok, terutama pada bagian perut.

b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren. Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum biasa.

c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa. Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum biasa.

 7. Morbili (Alergi atau Biduran)

Bahan: 1 – 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari. Cara membuat: kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata. Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita morbili.

 8. Alergi/Biduren (Jawa)

Bahan: 2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

9. Sariawan

Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum biasa.

10. Luka baru

Bahan: daun asam jawa secukupnya. Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka.

11. Luka borok

Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa). Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka, kemudian diperban.

12. Eksim dan Bisul

Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari. Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.

13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah

Bahan: 3 – 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya. Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus. Cara menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.

14. Mencegah rambut rontok

Bahan: beberapa biji asam jawa. Cara menggunakan: sebelum keramas dengan shampo, kepala dimasase terlebih dahulu dengan biji asam Jawa.

Older Posts »

Blog at WordPress.com.